Amien Rais Tiru Langkah Mahathir, Berhasilkah?

0
561

Oleh: Joko Sadewo, Mabruroh, Dian Fath Risalah, Inas Widyanuratikah

Kabar bakal majunya Amien Rais pada Pilpres 2019 cukup mengejutkan dunia perpolitikan Indonesia. Politikus senior PAN itu menyiratkan siap maju menjadi capres pada 2019.

Berbagai pendapat pun bermunculan. Manuver Ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) PAN itu disebut untuk mendorong kader PAN muncul sebagai bakal calon presiden. Posisi Amien Rais adalah cadangan paling akhir kalau tidak ada calon lain yang maju.

Anggota Wanhor PAN, Dradjad Wibowo mengatakan hal terpenting bagi Amien Rais adalah ganti presiden di 2019. Karena itu harus ada pasangan capres-cawapres yang berani dan berpeluang menang Pilpres 2019.

“Sebenarnya Pak Amien itu mendorong kader-kader PAN agar muncul menjadi bacapres bacawapres,” kata Dradjad kepada Republika.co.id, Selasa (12/6).

Dradjad mengatakan selain Ketum PAN Zulkifli Hasan, Amien juga memunculkan dua mantan ketum yaitu Soetrisno Bachir dan Hatta Rajasa. “Tapi kan tidak elok kalau dari empat ketum/mantan ketum PAN ada satu yang tidak muncul yaitu Pak Amien sendiri. Nanti muncul kesan, Pak Amien ini kok mendorong-dorong orang lain bersaing dengan Pak Jokowi, tapi dirinya sendiri tidak mau maju,” ungkapnya.

Karena itulah, kata Dradjad, Amien menyebutkan, kalau memang situasinya mendesak, ya Mbah Amien ini harus siap turun gunung jadi bacapres.

Dijelaskan Dradjad, bagi orang Jawa, ketika seseorang menyebut dirinya sendiri “mbah”, itu artinya sangat dalam. Itu berarti, Amien sangat menyadari bahwa dia sudah sepuh, sudah “manditho” menjadi guru bagi generasi muda.

“Jadi harapan beliau, ada tokoh yang lebih muda, yang berpeluang besar memenangkan pilpres 2019,” jelas Dradjad.

Tapi rupanya, kata Dradjad, pernyataan kesiapan Amien Rais disalahtafsirkan sebagai keinginan pribadi untuk maju sebagai capres. “Muncul lah berbagai respon, hingga Presiden pun ikut berkomentar,” kata politikus yang sangat dekat dengan Amien Rais ini.

Padahal, kata Dradjad, posisi Amien Rais itu sebagai pemain cadangan paling akhir. Jadi Amien hanya turun ke lapangan jika situasinya sangat mendesak.

Mengapa demikian? karena menurut Dradjad, Amien itu ulama yang luas ilmu agamanya. Amien Rais sangat sadar, orang beriman harus siap lillahi ta’ala jika dibebani amanat. Tidak boleh kabur.

“Nabi Yunus AS saja dihukum Allah dengan ditelan ikan karena marah dan kabur. Beliau lari dari amanat berdakwah ke kaumnya di Ninawa, ibu kota Asyiria di selatan Irak. Pak Amien bahkan pernah menasihati saya dengan kisah ini. Jadi, beliau tidak mau mengulangi kesalahan Nabi Yunus AS. Tapi ya itu, sebagai pemain cadangan yang paling akhir,” kata dia.

belum pernah berhasil,” kata Handri, kepada Republika.co.id, Selasa (12/6).

Menurut dia, kans Amien menang tidak besar bila memaksakan maju di pilpres. “Tapi kalau mau coba ya boleh aja, namanya juga negara demokrasi,” ungkapnya

Hendri menyarankan lebih baik Amien memberikan tabungan elektabilitasnya, dan mengarahkan parpol pendukungnya pada calon alternatif yang kuat serta memiliki visi bagus bagi bangsa ini. Misal Rizal Ramli atau Susi Pudjiastuti atau bahkan mungkin Abraham Samad.

“Cara ini akan lebih efektif dalam menghadapi elektabilitas Jokowi daripada Amien sendiri yang maju,” kata dia.

Amien Rais mengatakan siap maju di Pilpres 2018. Amien mengaku masih layak diusung menjadi capres dari partainya. Amien menyadari dirinya tidak muda lagi, tetapi kemenangan Mahathir Mohamad di Malaysia memberikan inspirasi. Mahathir menang pada pemilu Malaysia saat berusia 92 tahun, mengalahkan pejawat Najib Razak.

Peristiwa di Malaysia, kata mantan ketua MPR ini, bisa saja terjadi di Indonesia. “Kalau Mbah Amien Rais ini walaupun tua ya tidak apa-apa. Begitu Mahathir jadi (perdana menteri), saya jadi remaja lagi sekarang kan ya? Jadi, saya berterima kasih ke Pak Mahathir,” kata Amien.

Pernyataan Amien Rais itu disampaikan selepas berbuka puasa di rumah dinas Ketua Umum MPR Zulkifli Hasan di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6) malam. Amien menyatakan dirinya masih layak untuk diusung menjadi capres dari partainya. Di satu sisi, Amien menyadari dia tidak lagi muda, tetapi kemenangan Mahathir Mohamad (92 tahun) di pemilu Malaysia menginspirasinya.

Saat ditanya wartawan tentang kesiapannya untuk maju menjadi capres, Amien menjawab manusia tidak pernah tahu tentang apa yang terjadi pada masa depan. Ia mengatakan, itu masih merupakan rahasia Ilahi.

“Karena itu manusia punya kewajiban untuk berjuang, bergerak membuat movement supaya cita-citanya tercapai,” kata Amien.

Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Hakim menyambut baik keinginan Amien Rais untuk menjadi capres pada Pilpres 2019. “Bagus, demokrasi semakin semarak,” ujar dia.

Dengan majunya Amien Rais, Hakim menerangkan, pilihan kepemimpinan bangsa pun makin berwarna. Selanjutnya, dia mengatakan, partai politik peserta pemilu dan rakyat yang menilai dan menentukan pilihannya.

“Beliau salah satu tokoh reformasi 1988. Selamat berjuang untuk Pak Amien, mulai dari internal PAN, perlu waktu dan kerja keras, tinggal 1,5 bulan lagi,” ujar dia.

Ucapan Amien yang bersedia dicalonkan menjadi capres bukan sekadar wacana. Namun telah dibahas terlebih dahulu di internal partai.

“Iya sudah dibahas pada rakornas PAN sabtu siang 9 Juni 2018,” ujar Wasekjen DPP PAN Bidang Hukum dan HAM, Surya Imam Wahyudi saat dikonfirmasi, Selasa (12/6).

Nantinya, kata Surya, PAN akan mendeklarasikan bahwa calon presiden PAN pada pemilihan presiden (pilpres) 2019 sebanyak empat orang. PAN menurutnya akan mendeklarasikan pasca-Lebaran nanti.

“PAN nantinya pada saat rakernas setelah lebaran akan mendeklarasikan empat capres dari kader utama PAN,” ujar Surya.

Mengenai empat nama capres PAN tersebut yakni Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan, mantan ketum PAN Hatta Radjasa dan beberapa menteri, mantan sekjen PAN Soetrisno Bachir, dan Amien Rais. Masuknya empat nama dari PAN ini mendapatkan respon positif dari Presiden PKS Sohibul Iman. Termasuk majunya Amien Rais yang beberapa waktu lalu telah menyatakan dirinya siap maju sebagai capres PAN.

“Menurut saya sih bagus, makin banyak calon makin bagus buat rakyat, enggak ada masalah, kita hormati hak siapa pun untuk mencalonkan,” ujarnya.

PKS pun, kata dia, mengusungkan sembilan nama untuk pilpres 2019 mendatang. Maka PAN pun kata dia, bisa mengusulkan empat nama sebagai capres maupun cawapres.

“PKS saja punya sembilan capres/cawapres, bagusnya PAN mencalonkan minimal empat capres/cawapres: Amien Rais, Hatta Rajasa, Sutrisno Bahir, dan Zulkifli Hasan,” katanya.

Di Istana Kepresidenan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat keinginan Amien Rais untuk maju menjadi calon presiden (capres) pada pemilihan umum presiden 2019 merupakan hal baik. Sebab, Amien merupakan tokoh politik yang memiliki pengalaman banyak dalam kancah perpolitikan nasional.

“Saya kira sangat bagus. Karena kita tahu beliau seorang tokoh politik yang saya kira gak diragukan lagi pengalamannya. Senioritas beliau dalam kancah politik nasional juga tidak diragukan,” ujar Jokowi, Selasa.

Jokowi melihat bahwa kapabilitas dan leadership Amien sebagai seorang pemimpin memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Rakyat pun paham bagaimana sosok seorang Amien Rais ketika menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 1999-2004. Keberadaan calon lain yang akan maju dalam pemilihan presiden dianggap Jokowi menjadi sesuatu yang bagus karena rakyat nantinya memiliki opsi ketika akan memilih.

“Saya kira sangat bagus untuk berikan alternatif pilihan-pilihan dalam rangka pilpres (pemilihan presiden) ke depan, saya kira sangat bagus,” ujarnya.

Namun, pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Idil Akbar menilai pernyataan Amien tersebut hanyalah sebuah manuver politik. Tujuannya untuk melihat respons publik terhadap pernyataannya tersebut.

“Faktanya, sampai hari ini nama Amien Rais tidak masuk dalam bursa (capres). Dari sisi perolehan suara hasil survei pun Amien Rais juga tidak cukup mampu untuk bisa menjadi capres,” kata Idil.

Idil juga menyoroti modal finansial yang dimiliki Amien. Namun, jika dilihat dari pengalamannya sebagai mantan ketua umum PAN, ketua MPR, dan ketua PP Muhammadiyah, Idil tak meragukan lagi Amien unggul dalam hal pengalaman.

“Tapi problemnya kan ketika ingin maju capres, pengalaman seperti itu tidak cukup menjadi modal untuk bisa sampai terealisasi,” katanya.

Menurut dia, publik sejauh ini sudah cukup melihat siapa yang berpotensi maju sebagai capres dengan berbagai persoalan yang ada. Namun, ia menganggap nama Amien Rais masih belum bisa masuk dalam bursa itu.

Pendapat serupa disampaikan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit. Ia menilai sosok Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais untuk menjadi calon presiden terlalu kontroversial. Komentar-komentar yang dilontarkan Amien, menurut Arbi seringkali mengundang kontroversi berbagai pihak.

Selain itu, Arbi juga menilai Amien memiliki cara berpolitik yang cenderung menggurui. Menurutnya, cara ini kurang disukai oleh banyak pihak. “Di dunia politik orang enggak mau digurui, orang mau dianggap sama. Para politikus menganggap dirinya sama dengan siapa pun. Jadi, seorang politisi yang menggurui suka tidak disenangi orang,” kata Arbi pada Republika.co.id, Senin (11/6).

Komentar-komentar Amien, kata Arbi cenderung bernada frontal, seperti pada saat mantan Ketua MPR tersebut menyebut partai lain sebagai partai setan. Hal ini semakin memperkecil kemungkinan Amien maju sebagai calon presiden.

“Enggak banyak orang suka dengan cara seperti itu. Apalagi kalau mau menang ya harus dapat suara mayoritas,” ujarnya.

Selain itu, Arbi menilai, Amien tidak banyak memiliki keunggulan dibandingkan calon presiden lain yang banyak diunggulkan. “Paling yang dianggap berhasil itu amandemen UUD,” katanya lagi.

Politikus PDI Perjuangan Puan Maharani angkat bicara terkait pernyataan Amien Rais. Puan mengatakan, pencalonan presiden merupakan hak setiap warga negara, tetapi tetap terikat dengan ambang batas atau presidential threshold.

Karena itu, Puan mengatakan, Amien boleh saja mencalonkan sebagai capres asalkan memenuhi persyaratan pencalonannya. Lalu, Puan pun mempertanyakan, apakah Amien sudah mengantongi persyaratan untuk maju sebagai capres pada pilpres tahun depan.

“Sekarang sudah cukup belum persyaratannya, apakah sudah memenuhi persyaratan yang ada sesuai konstitusi,” ujar perempuan yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini di Jakarta, Selasa (12/6).

Ketua Bidang Politik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian menyarankan agar Amien Rais menyerahkan keinginan untuk maju sebagai calon presiden (capres) kepada generasi muda. Ia mengatakan Amien sebaiknya justru menjadi king maker, yang mendorong tokoh muda untuk memimpin bangsa ini.

“Saya lebih menyarankan beliau untuk jadi Bapak Bangsa, mendorong tokoh lain untuk maju sebagai capres atau cawapres,” ujar politikus PKS ini saat dikonfirmasi, Selasa (12/6).

Pipin menerangkan masih banyak tokoh muda dengan segudang prestasi yang layak mendapatk kesempatan memimpin Indonesia. Tokoh muda ini, dia mencontohkan, seperti politikus PKS Ahmad Heryawan atau yang sering disapa Aher, yang pernah memimpin Jawa Barat selama dua periode.

Kendati demikian, dia tetap menghormati rencana pencalonan Amien. Amien merupakan tokoh reformasi yang disegani dan peduli dengan isu keumatan dan kebangsaan.

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule mengatakan, siapa pun berhak untuk maju dan menyatakan dirinya akan menjadi capres, termasuk Amien Rais. Menurut dia, tidak perlu dipermasalahkan dengan keinginan Amien untuk maju dalam pilpres nanti.

“Setiap warga negara bisa ngomong apa saja, termasuk ngomong ingin maju capres atau cawapres atau ingin jatah komisaris,” ujar Iwan melalui keterangan tertulis, Selasa (12/6).

Selama keinginan tersebut, ujar Iwan, tidak dianggap hate speech atau melanggar undang-undang ITE ataupun dianggap melanggar Pancasila oleh rezim penguasa. Sebab, tafsir tentang hukum dan Pancasila, tambah dia, saat ini telah menjadi tafsir tunggal penguasa.

“Selama tak dianggap hate speech atau dianggap melanggar UU ITE, tidak apa-apa. Sam Aliano juga ngomong ingin maju capres, bahkan udeh buat janji-janji seperti yang pernah dilakukan Jokowi ketika akan maju capres 2014 lalu,” ujarnya.

Saat ditanyakan bagaimana dengan komunikasi yang sudah terjalin dengan Gerindra, apakah kemudian PAN tetap mendukung Prabowo Subianto, Iwan enggan menanggapi banyak. Menurut dia, hubungan PAN dan Gerindra tetap harmonis.

“Kalau soal komunikasi dan silahturahmi tetap dilakukan dan terjalin baik. Faktanya baru kemarin Pak Prabowo dan Mas Amin bertemu saat sedang umrah,” tutur Iwan.

Di tempat terpisah, Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, meski Amien Rais telah menyatakan siap maju di pilpres mendatang, tetapi partainya yakin Ketua Dewan Kehormatan PAN itu tetap mendukung Prabowo Subianto menjadi calon presiden (Capres). Gerindra juga terus berkomunikasi dengan PAN terkait pilpres.

“Saya paham sekali Pak Amien bukan tokoh yang mengejar jabatan, secara psikologis masih sangat mungkin Pak Amien dan PAN dukung 08 (Prabowo) demi mewujudkan perubahan dan menyelamatkan nasib bangsa,” kata Habiburokhman pada Republika.co.id, melalui pesan singkat, Senin (11/6).

Ia menuturkan, pihaknya hingga saat ini masih terus berkomunikasi dengan PAN ataupun Amien. Ia yakin Amien adalah tokoh politik senior yang paham hitung elektoral dalam Pemilu. “Kami yakin Pak Amien tidak kaku dan paham akan hitung-hitungan elektoral bahwa untuk maju kita butuh 20 persen kursi parlemen,” ujarnya.

Terkait ungkapan Amien yang mengajukan diri sebagai calon presiden, Habiburokhman menganggapnya sebagai hak setiap orang. Ia pun menghargai ungkapan Amien yang siap diusung sebagai calon presiden tersebut.

Selain itu, Habiburokhman juga menilai sikap Amien yang mengungkapkan kesiapan dirinya menjadi capres itu menunjukkan ada semangat ganti presiden pada Pilpres 2019 mendatang. Ia pun memandang hal tersebut sebagai sesuatu yang positif.

“Beliau menegaskan bahwa Jokowi memang sudah harus diganti 2019. Beliau mempertegas demarkasi sebagai sosok yang pro perubahan melawan mereka yang pro status quo,” ucapnya.

Bagi Koordinator Pemenangan Pemilihan Presiden Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno, keputusan maju tidaknya Amien akan ditentukan oleh mitra-mitra koalisi. “Tentunya nanti mitra koalisi akan memastikan apakah tawaran ekonomi yang diperbaiki ke depan berfokus kepada penciptaan lapangan kerja, bisa disampaikan secara jauh sebagai asporasi masyarakat, itu yang terpenting ke depan,” kata Sandiaga di Restoran Padang Simpang Raya, Jalan Hasyim Asyhari, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (11/6)

Menurut Sandiaga, mitra koalisi akan berkumpul sekitar dua bulan mendatang. Ia menilai masih ada waktu yang cukup panjang untuk menentukan platform ekonomi. Platform itu harus mampu menjawab tantangan masyarakat. Beberapa hal yang ditekankan antara lain penciptaaan lapangan kerja, kestabilan harga, dan pemerintahan yang bersih.

Kendati belum dapat dipastikan, bagi Sandiaga, keputusan itu layak dihargai. Ia mempertimbangkan peran Amien di masa lalu sebagai tokoh sentral pergerakan reformasi. Di kalangan partai politik, peran Amien, tak hanya dirasakan PAN, namun juga Gerindra.

“Kami sendiri di Gerindra merasa banyak sekali mendapat kearifan dari Pak Amien Rais dimana beliau sebagai bapak bangsa sudah memantapkan nilai-nilai reformasi bagi kami dan Gerindra sangat mengapresiasi,” ujar Sandiaga.

Apresiasi juga disampaikan mengingat usia Amien yang cukup senior. Pria bernama lengkap Muhammad Amien Rais itu lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 26 April 1944. Kini usianya sudah mencapai 74 tahun.

Di usia senjanya, kata Sandiaga, Amien masih memikirkan nasib bangsa. Sandiaga menyebut Amien terinspirasi oleh langkah politik Mahatir Muhammad yang memenangkan kontestasi di Malaysia.

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan partainya serius mencalonkan Amien Rais sebagai calon presiden 2019. Ia mengungkapkan ada sejumlah alasan kuat bagi untuk mengusung Ketua Dewan Kehormatan PAN itu.

Viva menilai Amien memiliki integritas sebagai pemimpin nasional, cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan cinta rakyat Indonesia. Amien dinilai memiliki konsep dan kapasitas kepemimpinan dalam memimpin perjuangan bangsa Indonesia menuju pada cita-cita nasional sesuai berdirinya NKRI.

“Amien Rais masih memiliki fisik kuat dan stamina prima dalam beraktivitas sesuai tuntutan kerja. Usia tidak menghalangi dalam menjalankan tugas pokok pekerjaan,” ujarnya.

Menurut dia, PAN akan memfinalisasi keputusan partai tentang pasangan calon presiden/ cawapres, melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN setelah Pilkada 2018.

[ROL]

Comments

comments