kisah Pelajar SMP yang Tak Jadi Bunuh Diri karena Hal Ini

0
639

Wakil Bupati Kediri, Jawa Timur, Masykuri Iksan, memastikan pelajar SMP yang sempat mencoba bunuh diri dengan memanjat menara karena tidak naik kelas, bisa melanjutkan sekolahnya dan bahkan naik kelas.

“Insya Allah pasti naik kelas. Kalau sampai tidak naik, nanti saya yang akan lobi (sekolahnya),” ujar Masykuri Iksan, Selasa (12/6/2018).

Masykuri menuturkan, kenaikan kelas tersebut merupakan salah satu janji yang diberikannya saat pelajar berinisal AR (16) itu masih berada di atas menara. Janji naik kelas itu diharapkan mampu menyelamatkan jiwa pelajar saat itu.

Selama proses penyelamatan itu, Wabup memang turut campur tangan dan memantau langsung.

Melalui ponselnya dia menginstruksikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Randy Agata untuk melakukan segenap upaya penyelamatan.

Atas segala upaya itu nyawa AR akhirnya dapat diselamatkan.

AR mengikuti saran dengan turun setelah bertahan lebih dari satu jam di atas menara setinggi 50 meter itu.

Dia berada di atas menara dari pukul 10.00 WIB dan akhirnya memutuskan turun sekitar pukul 11.15 WIB.

Sebelumnya diberitakan, AR, seorang siswa sebuah SMP di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang masih mengenakan seragam pramuka nekat memanjat menara, Sabtu (9/6/2018). Penyebabnya pelajar tersebut depresi karena tinggal kelas.

Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agata mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat AR, warga Desa Ngasem, Kecamatan Gurah, berangkat ke sekolahnya di sebuah SMPN di Kediri pada Sabtu (9/6/2018). Itu merupakan hari pengambilan rapor.

Hasil rapor tersebut ternyata nilainya tidak memuaskan. Bahkan AR harus tinggal kelas. Dia tidak bisa mengikuti rekan-rekan sekelasnya yang naik ke kelas 8 sehingga harus tetap di kelas 7.

Kondisi itulah yang menyebabkan AR kalut. Dia meninggalkan sekolah dengan berjalan kaki ke arah barat. Hingga kemudian diketahui telah memanjat Tower Bersama Group (TBG) yang ada di Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten.

Selain penanganan terhadap pelaku percobaan bunuh diri itu, Randy menambahkan, upaya penyelamatan juga dilakukan dengan memasang terpal hingga matras di area bawah menara.

“Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ujar Randy Agata.

Selain itu, pihaknya juga memanggil orangtua AR dan neneknya. Selama di atas menara, AR kerap memanggil nama neneknya ini.

AR akhirnya turun setelah dibujuk. Dia segera dilarikan ke puskesmas untuk pemeriksaan fisik, lalu diantar petugas pulang ke rumahnya.

[Kompas]

Comments

comments