Tidak Faham Kegiatan Tadarus, Bule Ini Akhirnya Minta Maaf

0
499

Video warga negara asing (WNA) marah-marah ke warga Des Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor karena pengeras suara di mushala viral, Polsek Ciampea langsung ke TKP dan menenangkan masyarakat agar tidak bertindak reaktif.

Petugas selanjutnya menghubungi tokoh masyarakat sekitar dan MUI Desa Ciampea. Petugas berusaha memanggil kedua belah pihak guna menyelesaikan permasalahan dengan cara musyawarah dan mufakat.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengatakan, penyelesaian kasus ini dihadiri oleh kedua belah pihak serta disaksikan oleh Kapolsek dan Babinsa dan Babinkamtibmas.

Polisi juga memeriksa data data kewarganegaraan berupa pasport dan Visa warga asing ini.

AKP Ita Puspita menuturkan, awalnya Polsek Ciampea Polres Bogor mendapatkan laporan dari warga bahwa di Kampung Ciampea Hilir, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor telah terjadi kesalahpahaman antara warga yang melaksanakan acara tadarus dan mengaji di Mushola Nurul Jadid yang dipimpin oleh Ustadz Adi Syafei dan kemudian ada warga negara Prancis yang tinggal didepan mushola merasa terganggu sehingga menegur Ustadz dan mengakibatkan cekcok mulut antara Mr Frank dan Ustadz Ade Syafei.

“Mr Frank (62), merupakan warga negara Perancis menikah dengan wanita Indonesia bernama Asmini 50 tahun,”kata AKP Ita Minggu (3/6/2018).

Asmini, istri warga negara asing saat diminta keterangan menjelaskan, jika suaminya mengidap gangguan emosi (marah – marah) dan bahkan untuk tidur pun ditempatkan di luar rumah.

Dalam mediasinya Mr Frank menyadari akan kesalahan yang diperbuat nya karena telah emosi dengan mengeluarkan perkataan yang tidak sepatutnya diucapkan dikarenakan ia tidak mengetahui bahwa kegiatan sholawatan dan tadarus merupakan kegiatan umat muslim.

Pada kesempatan itu Mr Frank memohon maaf kepada Ustadz Ade Syafei dan warga sekitar atas perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. (poskota)

Comments

comments