Dilaporkan karena Postingannya, Ini Tanggapan Fahri Hamzah

0
328
Anggota tim pemenangan Capres Prabowo-Hatta Rajasa, Fahri Hamzah memberikan klarifikasi terkait tulisannya di media sosial twitter yang dianggap menghina capres Jokowi di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/7). Wakil Sekjen PKS tersebut membantah telah menyerang pribadi Jokowi, ia mengaku hanya mengkritik ide Jokowi mengenai 1 Muharram sebagai hari santri. FORUM/Arief Manurung

Fahri Hamzah dan Fadli Zon dipolisikan ke Polda Metro Jaya oleh Kelompok Cyber Indonsia, Senin (12/3) kemarin.

Kedua Wakil Ketua DPR RI itu dituduh telah menyebarkan informasi hoax berita melalui akun twitternya yang kemudian sudah diralat oleh JawaPos.com.

Fahri Hamzah pun menanggapi santai pelaporan tersebut dan mengaku hanya mengutip pemberitaan saja.

Menurutnya, Jawa Pos adalah media yang dapat dipercaya dengan umurnya sudah sangat lama serta memiliki reputasi yang sangat besar.

“Itu justru bertanggung jawab karena mengutip sumber dalam setiap tulisannya adalah bagian yang paling penting,” kata Fahri, Selasa (13/3/2018).

Sebaliknya, jika berita dimaksud tidak ada sumbernya, maka jelas dikategorikan sebagai pidana kebohongan atau pemalsuan.

“Tetapi kalau narasumbernya ada, itu justru benar,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan terimakasih karena narasumbernya sudah melakukan klarifikasi atas pemberitaan dimaksud.

“Tetapi, mengutip sebuah institusi resmi seperti Jawa Pos atau Detik.com maupun media-media yang diketahui oleh publik, merupakan suatu tindakan yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Terkait pelaporan hukum atas dirinya, Fahri menyebutnya sebagai dinamikan berdemokrasi yang sangat wajar.

“Setiap orang yang merasa dirugikan oleh orang lain dapat melakukan upaya hukum adalah sehat, normal dan gizi dalam berdemokrasi,” tutupnya.

Untuk diketahui, Fahri Hamzah dan Fadli Zon dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan tindak penyebaran berita bohong atau hoax.

Keduanya resmi dilaporkan oleh Muhammad Rizki dengan Laporan Polisi Nomor LP/1336/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Fahri dilaporkan terkait kicauan pada akun twitter miliknya @Fahrihamzah pada 4 Maret 2018.

Kicauan Fahri tersebut lantas diretweet akun twitter milik Fadli Zon, @fadlizon.

“Dari web resmi @jawapos menemukan bahwa ketua MCA adalah Ahoker,”

“Jadi maling teriak maling dan ngaku Muslim segala,”

“Ayok @DivHumas_Polri selesaikan barang ini. Jangan mau merusak nama Polri dengan menyerang identitas agama,” tulis Fahri.

Sementara, pihak Jawa Pos sendiri sudah menghapus berita dimaksud dan memberikan klarifikasinya.

“Hari ini kita laporkan karena ada dugaan pelanggaran terhadap Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” ujar kuasa hukum pelapor, Muhammad Zakir Rasyidin, Senin (13/3/2018).

Zakir menambahkan, yang dilaporkan pihaknya adalah postingan Fahri di Twitter-nya yang sampai hari ini tidak dihapus.

Padahal (berita) sudah dihapus dari media pemilik berita dan sudah meminta maaf.

“Tapi tetap saja pemilik akun FH tetap mempertahankan dan membenarkan berita itu. Padahal faktanya berita itu hoaks,” papar dia.

sumber: pojoksatu

Comments

comments